Jakarta

  Ibukota Indonesia terletak di pulau Jawa. Seperti halnya pada ibu kota-ibu kota lain di dunia, jumlah penduduk Jakarta sangatlah tinggi. Pada saat ini kota tersebut berpenduduk 22 juta jiwa.
Perbedaan yang mencolok antara si kaya dan si miskin merupakan hal yang sangat menyedihkan.
Perkampungan kumuh berada tepat di depan wilayah apartemen yang mewah. Seringkali tempat tersebut hanya terbuat dari bahan kayu-kayu papan, plastik atau dari kotak-kotak karton bekas.
Yayasan Aulia sangatlah memperhatikan nasib warga perkampungan kumuh dan orang-orang yang tinggal di jalan-jalan di Jakarta.

Yayasan Aulia memulai kegiatan mereka pada tahun tujuh puluhan dan sekarang mereka berfokus pada 12 perkampungan kumuh yang telah mereka tunjuk. Para perkerja social mengunjungi perkampungan ini setiap harinya. Titik berat dari program mereka adalah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang tinggal di daerah tersebut. Supaya bisa mencapai tujuan ini, yayasan juga memfokuskan pada perkembangan para orang dewasanya. Menghormati dan memberikan perhatian bagi kaum miskin perupakan persoalan yang penting.

Pada perkampungan kumuh, keadaan hidupnya biasanya sangatlah miskin karena kurangnya fasilitas pembuangan kotoran yang memadai, listrik, penyediaan air dan fasilitas sanitasi. Masyarakatnya tinggal di rumah-rumah sempit dan gelap, seringkali dengan beberapa keluarga di dalam satu kamar. Untuk membangun rumahnya, mereka memanfaatkan kayu, plastik juga asbes yang mereka temukan di jalanan. Seringkali apabila hujan deras tiba, daerah itu bisa dilanda banjir selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Ada kalanya daerah ini habis dilanda banjir. Banyak warga di perkampungan kumuh tidak memiliki pendapatan atau pekerjaan yang tetap. Kadang-kadang mereka mendapatkan sedikit uang dengan bekerja sebagai pemulung. Disamping itu, anak-anak mereka juga harus mendapatkan uang di jalanan dengan bekerja sebagai pengemis atau pelacur.

Program dari Yayasan Aulia berfokus pada sejumlah persoalan, diantaranya:

Secara umum, anda bisa mengatakan kalau Yayasan Aulia tidak hanya memberikan bantuan keuangan, namun perhatian yang lebih utama ditujukan untuk mendidik kaum miskin dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dengan jalan ke dua belah pihak saling memberikan masukan. Hal ini bisa diwujudkan dalam berbagai hal, dari hal-hal kecil seperti merawat luka-luka ringan sampai cara mendapatkan kartu identitas. Menurut Yayasan Aulia melalui jalan ini mereka bisa menuntun masyarakat miskin
untuk hidup secara teratur dan menetap demi masa depan mereka.

Untuk melanjutkan program ini Yayasan Aulia memerlukan dana. Wilayah Jakarta mendapatkan bantuan keuangan dari berbagai sumber, diantaranya; Terre de Hommes, Kedutaan Besar Jepang dan Unicef.