![]() |
|||||||||||||||||||||||
Yogyakarta |
|||||||||||||||||||||||
Di Jawa, kalian akan menjumpai kota Yogyakarta
sebagai kota pusat budaya di Indonesia, dengan penduduk kotanya yang hanya
500.000 jiwa, kota ini jauh lebih kecil dibandingkan Jakarta. Karena itu
suasana kotanya sangat menyenangkan. Di sepanjang jalan masih bisa dilihat
pepohonan dan bangunan-bangunan jaman kolonial. Lingkungan hidup yang lebih baik dan biaya hidup yang lebih rendah bila
dibandingkan dengan Jakarta, Ibu Lestari, pendiri Yayasan Aulia, mulai menetap
di Yogyakarta pada pertengahan tahun sembilan puluhan. Beliau mulai mengasuh
anak-anak jalanan yang tidak bisa lagi tinggal dengan keluarganya. Hampir
semua dari 58 anak yang sekarang diasuh di Yogyakarta saat ini, lahir di
perkampungan kumuh di Jakarta.Yayasan Aulia berfokus terutama pada anak-anak bayi dan balita. Anak-anak yang sangat muda ini belum terpengaruh oleh lingkungan mereka dimana ibu mereka hidup, karena itu mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memiliki masa depan yang cerah. Di Yogyakarta sebuah kelompok pekerja social yang berpendidikan bekerja tujuh hari dalam satu minggu, 24 jam setiap harinya. Setiap orang memiliki tanggung-jawab untuk 3 sampai 6 anak. Mereka mengasuh anak-anak tersebut, untuk memastikan mereka makan, bersekolah, mandi, dan sebagainya, dengan baik. Memberikan perhatian dan kasih sayang juga merupakan hal yang sangat penting. Mereka mencoba untuk memasukkan semua aspek mengasuh dan mendidik anak seperti layaknya dalam sebuah keluarga Indonesia. Dana untuk melaksanakan proyek ini hampir keseluruhannya dibantu oleh “The Dutch Foundation Lestari”. Sebagai tambahannya Yayasan Aulia juga mendapatkan bantuan dari pribadi-pribadi dan berbagai organisasi. Tahun 2001 mulai menerima bantuan dari pemerintah. Anggaran belanjanya dibatasi hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok saja. Kebutuhan pokok bagi Yayasan Aulia termasuk:
Disamping merawat anak-anak, Yayasan Aulia juga menjalin hubungan dengan
keluarga anak-anak tersebut yang masih tinggal di Jakarta. Mereka peduli
terhadap latar belakang anak-anak tersebut yang biasanya sangat dramatis,
dan apabila mereka sudah mencapai usia yang mencukupi, keluarga tersebut
menceriterakan sejarah keluarganya pada si anak. Setiap tahun Ibu Lestari
mengantar anak-anak untuk mengunjungi keluarganya di Jakarta. Orang tua
dari anak yang masih kecil biasanya berkunjung ke Yogyakarta satu tahun
sekali. Ada kalanya keadaan suatu keluarga sudah membaik dan mereka bisa
mengasuh kembali anaknya. Namun, kebanyakan anak-anak yang tinggal di
Yogyakarta masih tetap tinggal dengan Yayasan Aulia.
|
|||||||||||||||||||||||